WELCOME ON MY BLOG

Semoga blog ini dapat membantu dan bermanfaat bagi Anda,
jika ada hal-hal atau pengetahuan yang baru saya akan menerbitkannya

Selasa, 05 April 2011

Model dan Layanan Bimbingan dan Konseling

Model-model Bimbingan
Istilah model menurut Shertzer dan Stone (1981) adalah suatu konseptualisasi yang luas, bersifat teoritis namun belum memenuhi semua persyaratan bagi suatu teori ilmiah. Model-model itu sendiri dikembangkan oleh orang tertentu untuk menghadapi tantangan dan permasalahan yang timbul dalam kehidupan masyarakat dan dalam lingkungan pendidikan. Adapun beberapa model dari beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1.      Frank Parsons, menciptakan istilah Vocational Guidance yang menekankan ragam jabatan bimbingan dengan menganalisis diri sendiri, analisis terhadap bidang pekerjaan, serta memedukan keduanya dengan berfikir rasional dan mengutamakan kompenen bimbingan pengumpulan data serta wawancara konseling.
2.      William M. Proctor (1925), mengembangkan model bimbingan danmengenalkan dua fungsi yaitu fungsi penyaluran dan fungsi penyesuaian menyangkut bantuan yang diberikan kepada sisiwa dalam memilih progam studi, membantu mengambil langkah dalam mencapai cita-cita yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan siswa.
3.      John M. Brewer (1932), mengembangkan ragam bimbingan seperti bimbingan belajar, bimbingan rekreasi, bimbingan kesehatan, bimbingan moral dan bimbingan perkembangan.
4.      Donal G. Patterson (1938), dikenal dengan metode klinis yang menekankan perlunya menggunakan teknik-teknik untuk mengenal konseli dengan menggunakan tes psikologi dan studi diagnostic.
5.      Wilson Little dan AL. Champman (1955), menekankan perlunya bimbingan dalam memberikan bantuan kepada semua siswa dalam aspek perkembangan siswa dalam bidang studi akademik dalam mempersiapkan diri memangku suatu jabatan dan dalam mengolah pengalaman batin dan pergaulan social. Model ini menggunakan bentuk pelayanan individual dan kelompok, mengutamakan sifat bimbingan preventive dan perseveratif dan melayani bimbingan belajar, jabatan dan bimbingan pribadi.
6.      Kennet B.  Hoyt (1962), mendeskripsikan model bimbingan mencakup sejumlah kegiatan bimbingan dalam rangka melayani kebutuhan siswa. Model ini menekankan pelayanan individual dan kelompok dan memungkinkan pelayanan yang bersifat preventif, perseveratif, dan remedial dan mengutamakan ragam bimbingan belajar dan individu.
7.      Ruth Strabf (1964), berpandangan mwnyangkut bimbingan melalui wawancara konseling. Model ini menekankan bentuk pelayanan individudan pelayanan secara kelompok dan mengutamakan komponen bimbingan pengumpulan  dan wawancara konseling.
8.      Arthur J. Jones (1970), menekankan pelayanan bimbingan sebagai bantuan kepada siswa dalam menentukan pilihan-pilihan dan dalam penyesuain diri. Bantuan ini terbatas pada masalah-masalah yang menyangkut bidang studi akademik dan bidang pekerjaan. Modl ini juga menekankan bentuk pelayanan, mengutamakan ragam bimbingan belajar serta bimbingan jabatatan dan memberi  tekanan pada komponen bimbingan penenpatan dan pengumpulan data serta wawancara.
9.      Chris D. Kehas (1970), merumuskan tujuan pendidikan di sekolah adalah pada perkembangan kepribadian peserta didik, tetapi pada kenyataannya hanya aspek intelektual saja yang diperhatikan. Dengan demikian tenaga-tenaga bimbingan hanyalah berfungsi dalam rangka meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar di kelas.
10.  Ralp Moser dan Norman A. Srinthall (1971), mengajukan usul agar di sekolah diberi pendidikan psikologi yang dirancang guna menunjang perkembangan kepribadian para siswa. Dengan model tersebut, Pelayanan bimbingan tidak hanya dibatasi pada mereka yang melakukan konseling pada konselor, akan tatapi samapai pada semua siswa yang mengikuti pendidikan psikologis.
11.  Julius Menacker (1976), model ini menekankan pada usaha mengadakan perubahan pada lingkungan hidup serta mengatasi masalah yan menghambat perkembangan yang optimal bagi siswa. Model ini memiliki keunggulan bahwa pandangan tingkah laku seseorang sebaiknya dilihat sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungan hidupnya.

B.     Pola-pola Bimbingan
Menurut hasil analisis Edward C. Glanz (1964), dalam sejarah perkembangan pelayanan bimbingan di institusi pendidikan muncul empat pola dasar, yaitu:
1.      Pola Generalis, bahwa cirak pendidikan dalam suatu institusi pendidikan berpengaruh terhadap kuantitas usaha belajar siswa, dan seluryh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian masing-masing siswa. Ujung pelayanan bimbingan dilihat sebagai progam yan kontinyu dan bersambungan yang ditujukan kepada semua siswa.
2.      Pola Spesialis, Bahwa pelayanan bimbingan di institusi pendidikanharus ditangani oleh ahli-ahli bimbingan yang masing-masing berkemampuan khusus dalam cara pelayanan bimbingan tertentu.
3.      Pola Kurikuler, bahwa kegiatan bimbingan di institusi pendidikan diusulkan dimasukkan dalam kurikulum pengajaran dalam bentuk pengajaran khusus dalam rangka suatu kursus bimbingan. Segi positif dari pola dasar ini adalah hubungan bimbingan yang langsung terlibat dalam seluk-beluk pengajaran, segi negatifnya terletak dalam kenyataan bahwa kemajuan dalam pemahaman diri dan perkembangan kepribadian tidak dapat diukur melalui suatu tes hasil belajar seperti terjadi dalam bidang-bidang studi akademik lainnya.
4.      Pola Relasi-Relasi Manusia dan Kesehatan Mental, bahwa orang akan lebih hidup bahagia bila dapat menjaga kesehatan mentalnya dan membina hubungan baik dengan orang lain. Pola in memiliki segi positif dalam peningkatan kerja sama antara anggota-anggota staf pendidk di institusi pendidikan dan integrasi social di antara peserta didik dengan staf pendidk.


  Pola Umum 17
POLA UMUM 17

No.
PENGETAHUAN WAWASAN BK
BIDANG BIMBINGAN
JENIS LAYANAN
KEGIATAN PENDUKUNG
1.
Konsep Dasar BK
BImb. Pribadi
Layanan Orientasi
Instrumentasi
2.
Fungsi BK
Bimb. Sosial
Layanan Informasi
Himpunan Data
3.
Asas BK
BImb. Belajar
Layanan Penempatan/Penyaluran
Konferensi Kasus
4.
Prinsip-prinsip BK
Bimb. Karir
Layanan Pembelajaran
Kunjungan Rumah
5.
-
-
Layanan Konseling Perorangan
Alih Tangan
6.
-
-
Layanan Bimbingan Kelompok
-
7.
-
-
Layanan Konseling Kelompok
-

Pola diatas adalah pola dasar dalam bimbingan dan konseling yan saat ini dilaksanakan di lingkungan pendidikan tingkat SMP dan SMA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar