WELCOME ON MY BLOG

Semoga blog ini dapat membantu dan bermanfaat bagi Anda,
jika ada hal-hal atau pengetahuan yang baru saya akan menerbitkannya

Jumat, 08 April 2011

SUPERVISI AKADEMIK DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH


Definisi Supervisi
Definisi supervisi dari para ahli :
*            P. Adam dan Frank G. Dickey, supervisi adalah progam yang terencana untuk memperbaiki pengajaran. Tujuan utama supervisi adalah untuk memperbaiki proses belajar mengajar.
*            Dalam Carter Good’s Dictionary of Education, supervise sebagai segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya, untuk memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan dan perkembangan jabatan-jabatan guru, menyeleksi dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode-metode mengajar serta eveluasi pelajaran.
*            Pidarta (1988), supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektifitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan.
*            Sutisna (1985), supervisi adalah suatu kegiatan pembelajaran untuk membantu para guru agar dalam menjalankan pekerjaan menjadi lebih baik.
*            Sahertian (1990), supervisi merupakan usaha mengawali, mengarahkan, mengkoordinasi dan membimbing secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran sehingga, dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan tiap murid secara kontinyu sehingga dapat lebih cepat berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.
*            Pada hakikatnya supervisi adalah pembinaan yang kontinyu, pengembangan profesional personil, perbaikan situasi belajar-mengajar, dengan sasaran akhir pencapaian tujuan pendidikan dan pertumbuhan pribadi pesarta didik. Dalam supervisi ada proses pelayanan untuk membantu atau membimbing guru-guru guna memperbaiki atau peningkatan kemampuan profesional guru.
Tujuan Supervisi
Secara operasional supervisi pendidikan bertujuan untuk memberikan bantuan kepada guru guna peningkatan kemampuan mereka dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang lebih baik yaitu yang mampu menumbuhkembangkan potensi para siswa potensi intelektual, emosional, sosial, keagamaan, maupun jasmaniah.
Mulyasa (2002), merumuskan tujuan supervisi sebagai bantuan dan kemudahan yang diberikan kepada guru untuk belajar bagaimana meningkatkan kemampuan mereka guna mewujudkan tujuan belajar.
Sergiovanni (1971 : 10), supervisi adalah suatu proses yang digunakan oleh personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek-aspek tujuan sekolah itu.
Sahertian (1981) mengemukakan tujuan supervisi adalah
*      Membantu guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan.
*      Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid.
*      Membantu guru dalam menggunakan sumber pengalaman belajar.
*      Membantu guru dalam menggunakan metode dan alat pelajaran modern.
*      Membantu guru dalam memenuhi kebutuhan belajar murid.
*      Membantu guru dalam menilai kemajuan murid dan hasil pekerjaan guru itu sendiri.
*      Membantu guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru dalam rangka pertumbuhan pribadi dan jabatan mereka.
*      Membantu guru di sekolah sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang diperolehnya.
*      Membantu guru agar lebih mudah mengadakan penyesuaian terhadap, masyarakat dan cara-cara menggunakan sumber masyarakat dan seterusnya.
*      Membantu guru agar waktu dan tenaga guru tercurahkan sepenuhnya dalam pembinaan sekolah.
Tujuan supervisi menurut Ametembun (1981) :
*    Membina kepala sekolah dan guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peran sekolah dalam merealisasikan tujuan tersebut.
*    Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru untuk mempersiapakna peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif.
*    Membantu kepala sekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas dan kesulitan belajar-mengajar, serta menolong mereka merencanakan perbaikan.
*    Meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan guru serta warga sekolah lain terhadap cara kerja yang demokratis dan komperehensip, serta memperbesar kesediaan untuk tolong-menolong.
*    Memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya.
*    Membantu kepala sekolah untuk mempopulerkan pengembangan progam pendidikan di sekolah kepada masyarakat.
*    Melindungi orang yang disupervisi terhadap tuntutan yang tidak wajar dan kritik yang sehat dari masyarakat.
*    Membantu kepala sekolah dan guru dalam mengevaluasi aktivitasnya untuk mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan (kolegialitas) diantara guru.


Gwyn merumuskan 10 tugas utama supervisor :
*    Membantu guru mengerti dan memahami peserta didik.
*    Membantu mengembangkan dan memperbaiki, baik secara individual maupun secara bersama-sama.
*    Membantu seluruh staf sekolah agar lebih efektif dalam melaksanakan proses belajar-mengajar.
*    Membantu guru meningkatkan cara mengajar yang efektif.
*    Membantu guru secara individual.
*    Membantu guru agar dapat menilai peserta didik lebih baik.
*    Menstimulir guru agar dapat menilai diri dan pekerjaannya.
*    Membantu agar dalam melaksanakan kurikulum di sekolah.
*    Membantu guru agar dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kemajuan sekolahnya.
Fungsi Supervisi
Fungsi supervisi menurut para ahli :
*     Franseth Jane : memberikan bantuan terhadap progam pendidikan melalui bermacam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki oleh karenanya.
*     Ayer Fred E. : memelihara progam pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan.
*     W. H. Burton dan Leo J, Bruckner : fungsi utama supervisi modern adalah manilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar.
*     Kimball Wiles : fungsi dasar supervisi ialah memperbaiki situasi belajar anak-anak.


Swearingen memberikan delapan fungsi supervisi:
*      Mengkoordinasi semua usaha sekolah,
*      Melengkapi kepemimpinan kepala sekolah,
*      Memperluas pengalaman guru-guru,
*      Menstimulir usaha-usaha yang kreatif,
*      Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus-menerus,
*      Menganalisa situasi belajar dan mengajar,
*      Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staff,
*      Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.
Teknik Supervisi
Beberapa teknik supervisi :
a)            Kunjungan dan observasi kelas
Kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran diamati langsung oleh guru dan supervisor, seperti langkah-langkah, penanaman konsep, penggunaan alat pelajaran / alat peraga, metode, teknik, dll.
b)            Pembicaraan individual
Tindak lanjut dari hasil kunjungan dan observasi kelas. Yanpa kunjungan dan observasi kelas juga bisa, jika guru sendiri merasa membutuhkan bantuan.
c)            Diskusi kelompok
Setiap anggota memberikan sumbangan pemikiran unuk mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi. Tugas supervisor adalah mendorong dan memotivasi anggota kelompok serta mengkoordinasikannya.

Prinsip-prinsip supervisi
Prinsip-prinsip supervisi :
*            Praktis          : dapat dikerjakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
*            Fungsional    : sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan dan peningkatan proses belajar mengajar.
*            Relevansi      : pelaksanaan supervisi seharusnya sesuai dan menunjang pelaksanaan yang berlaku.
*            Ilmiah           : artinya supervisi perlu dilaksanakan secara :
1.      sistematis, terprogam dan berkesinambungan.
2.      obyektif, bebas dari prasangka.
3.      menggunakan prosedur dan instrumen yang sahih dan terandalkan (valid dan reliable).
4.      didasarkan pada pendekatan sistem.
*            Demokrasi    : bila supervisi sesuai dengan prinsip demokrasi maka proses yang ditempuh untuk mengambil keputusan ialah melalui musyawarah untuk mencapai kemufakatan.
*            Kooperatif    : adanya semangat kerjasama antar supervisor dengan si-tersupervisi (guru).
*            Konstruktif dan kreatif     : supervisi yang didasarkan atas prinsip konstruktif dan kreatif akan mendorong kepada bawahan yang dibimbing untuk meperbaiki kelemahan secara kreatif dan berusaha meningkatkan prestasi kerjanya.
Tenaga supervisi
Yang menjadi tenaga supervisi adalah :
*            Kepala sekolah terhadap guru-guru.
*            Pemilik TK / SD, SLB terhadap kepala / guru TK, SD, dan SLB dan kebudayaan.
*            Kepala seksi TK, SD, SLB (tingkat kabupaten / kodya) terhadap pemilik TK, SD, SLB / kepala sekolah dan kebudayaan.
*            Kepala bidang pendidikan dasar / pendidikan guru terhadap kepala seksi TK, SD, SLB / pemilik berdasarkan struktur mekanisme yang berlaku.
*            Kepala bidang pendidikan menengah umum terhadap kepala sekolah SMP , SMA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar